Friday, January 21, 2011

Menghindari makanan biar ga cepat basi

Aku biasanya masak sehari itu satu kali , kalo masaknya siang hari,menu makan malam atau kadang makan pagi dengan menu yg sama, atau kalo masak nya malam, ya siang hari menu nya masih tetep itu-itu juga. Sebelnya pas mo dimakan eeehh dilihat dah bau dan basi.. Kalo dah begini pilihannya ya dibuang..tapi aku suka sedih banget udah capek-capek masak, rasa nya dah di enak-enak, dan kalo lihat harga duhhh sayangg banget. Kalo musim winter makanan alhamdulillah jarang basi, tapi kalo dah mulei summer udah dehhhh kudu waspada.
biar summer depan terhindar agar makananku ga mubadzir aku searching dan ini hasilnya, moga berguna :)

Beberapa faktor y
ang menyebabkan basi adalah cuaca, kuman melalui kulit, air, udara,atau saat proses memasak.
Di bawah ini beberapa tips agar makanan tidak cepat basi yang diambil dari berbagai bacaan, petuah dari ortu dan pengalaman sendiri.

  1. Sebelum mengolah makanan, pastikan tangan bersih setiap kali hendak memegang makanan. Lepaskan perhiasan, termasuk cincin dan jam tangan. Cuci tangan dengan air hangat dan deterjen. pastikan juga kuku jari tangan sudah terpotong rapi. Cuci tangan sekali lagi setiap kali selesai menangani bahan makanan mentah, ke toilet, atau setelah membersihkan sampah atau memegang binatang peliharaan. Bila terkena luka teriris ditangan, balutlah luka iris dengan kain atau plester steril yang tahan air. Gantilah kain atau plester itu setiap hari sampai luka sembuh.
  2. Jaga supaya permukaan meja dapur, saluran air, dinding, lantai, peralatan masak, serta alat-alat makan dalam keadaan bersih dan kering. Disinfeksi alat-alat masak dengan air hangat dan detergen sesering mungkin, serta segera lap tumpahan makanan.
  3. Memasak tujuan utama selain menambah kelezatan dan juga lebih bertujuan membunuh bakteri. Jadi pada saat mencicipi masakan gunakan sendok jangan gunakan jari atau telapak tangan. Gunakan sendok sekali saja dan jangan diulang-ulang, kecuali dicuci lebih dahulu..Karna makanan bisa terkontaminasi lewat tangan dan ludah kita.
  4. Pada saat akan memasukkan bahan makanan yg berkuah tunggu sampai air mendidih secara sempurna terutama makanan yang bersanten.
  5. Setelah makanan matang, apabila akan disimpan beberapa hari segera sejukkan/dinginkan makanan beberapa jam tersebut dengan merendam wadah makanan di dalam air es. Untuk melakukan ini, pilih wadah makanan yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap dingin, sehingga saat wadah direndam dalam air es, suhu makanan akan lebih cepat turun.
  6. pada saat memasak nasi di rice cooker setelah beras menjadi nasi (udah keep warming). matikan listriknya, aduk-aduk nasi biar ga padet. hilangkan uap nasi, kemudian tutup kembali atau bisa dengan cara gunakan lap bersih kemudian simpan diatas nasi lalu tutup,Hal ini berfungsi agar uap air tidak jatuh ke nasi. Beberapa jam lunch atau dinner baru lah di nyalakan kembali listrinya.
  7. Magic com atau rice cooker sejatinya bukanlah mesin ajaib penyimpan nasi hingga berhari-hari, namun hanya merupakan penghangat (warmer).
  8. Tak Basi. Bila berlebih, masukkan sisa ketupat ke dalam lemari es agar tak cepat basi. Saat akan dihidangkan lagi, keluarkan dan biarkan beberapa lama sampai dinginnya berkurang. Lalu, rebus di dalam air mendidih sekitar 30 menit dan tiriskan. Rasanya, tentu saja masih tetap kenyal dan legit
  9. Kalo dah beli ayam, daging atau ikan misalnya akan di masak malam hari atau besoknya tambahkan lumuri daging/ayam.ikan yg udah dicuci bersih dengan garam dan merica.
  10. petuah dari emak di rumah nih, kalau masak pagi atau siang, malamnya sebelum tidur diangetin lagi, apalagi yang jenisnya berkuah santan. trus tunggu dingin, baru ditutup. besok paginya angetin lagi, biar bisa makan anget lagi gitu.
  11. Kalau ingin makanan lebih awet dan segar, bisa diletakkan dalam kulkas , kalau dalam perjalanan bisa disimpan di dalam cooler box.
apalagi yaa...kalo ada yg punya tips lain kasih tau aku yaaa :)
source : tabloid Nova, mamahku, pengalaman teman dan aku.
http://forum.dudung.net/index.php?topic=4319.45.
Ibu & Anak, Maret - April 2008

No comments:

Post a Comment