Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Saturday, April 9, 2011

Peninggalan Budaya : Mesin Ketik Huruf Jawa

Dunia Pewayangan- Peninggalan budaya Indonesia sangat banyak sekali selain Wayang Beber , wayang golek dan lain - lain. Ternyata di zaman dahulu sudah ada mesin Tik , dan lebih uniknya mesin Tik ini di fasilitasi huruf jawa, Mesin Tik Carakan jawa merupakan salah satu koleksi di Museum Radya Pustaka yang dahulunya di pakai Gusti Hadiwijaya pada 1926-969 untuk menulis surat-surat resmi dari Paheman Radya Pustaka.

Dilihat dari komponennya, mesin ketik yang masih bisa digunakan ini berbeda dari mesin ketik kebanyakan. Jumlah tuts mesin ketik ini sebanyak 32 buah yang disusun dalam tiga deret. Sebanyak 20 buah berupa huruf dasar atau carakan Jawa asli diletakkan di deret pertama dan kedua.

Sisanya berupa huruf sandangan yang menyesuaikan fonetik (bagian ilmu dalam linguistik yang mempelajari bunyi yang diproduksi oleh manusia) maupun fonologi ( ilmu yang berdasarkan fonetik ) bahasa Jawa diletakkan di deret ketiga.

Mesin ketik Carakan Jawa ini merupakan salah satu peninggalan budaya yang harus di jaga dan di lestarikan yang menggambarkan perkembangan teknologi di zaman dahulu.

Saturday, March 26, 2011

Gamelan Salah Satu Peserta Edinburgh International Festival 2011

gamelan merupakan warisan budaya yang wajib kita jaga dan lestarikan karena gamelan merupakan salah satu kekayaan budaya indonesia yang sangat kental dengan nuangsa jawa , dari update terkini mengenai gamelan adalah masuknya gamelan dalam salah satu festival musik international yaitu "Edinburgh International Festival 2011" pada bulan Agustus hingga September 2011. pada festival ini gamelan yang akan tampil yaitu gamelan Yogyakarta Kridha Mardhawa.

Edinburgh International Festival merupakan eksplorasi dan perayaan budaya yang dinamis dan beragam dari Asia dan pengaruh berdiri panjang di lanskap budaya barat, ujar Direktur Festival Edinburgh Internasional, Jonathan Mills

Menurut Jonathan Mills, kehadiran seniman dari Kraton Yogyakarta merupakan yang pertama kalinya seniman Indonesia tampil dalam festival budaya yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Dalam festival yang digelar di Kota Edinburg ini tampil seniman musik klasik dan kontemporer, tari, teater , opera dan seni visual dari berbagai Negara seperti dari China, India, Indonesia, Jepang, Korea dan Vietnam, serta Amerika Utara, Jerman, Belgia, Rusia, Inggris dan seluruh dunia berkumpul di Edinburgh selama tiga minggu.

hal di atas membuktikan bahwa budaya gamelan tidak hanya diminati atau dikenal oleh orang indonesia namun juga mancanegara .

Thursday, March 10, 2011

sejarah dan arti huruf aksara jawa

huruf aksara jawa atau huruf jawa adalah salah satu peninggalan bersejarah dari nenek moyang kita yang wajib kita jaga dan pelajari , sebagai salahsatu situs peninggalan sejarah huruf jawa juga mempunyai sejarah dilahirkannya huruf jawa di bawah ini adalah sejarah dan arti huruf aksara jawa yang dikisahkan oleh ajisaka silahkan baca :

Dikisahkan ada seorang pemuda tampan yang sakti mandraguna, yaitu Ajisaka. Ajisaka tinggal di pulau Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada. Kedua abdi ini sama-sama setia dan sakti. Satu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi. Dia menunjuk Dora untuk menemaninya mengembara. Sedangkan Sembada, disuruh tetap tinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijaga oleh Sembada. Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun, kecuali pada Ajisaka sendiri.

Lain kisah, di pulau Jawa ada sebuah kerajaan yang sangat makmur sejahtera yaitu kerajaan Medhangkamulan. Rakyatnya hidup sejahtera. Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh seorang raja arif bijaksana bernama Dewatacengkar. Prabu Dewatacengkar sangat cinta terhadap rakyatnya.

Pada suatu hari ki juru masak kerajaan Medhangkamulan yang bertugas membuat makanan untuk prabu Dewatacengkar mengalami kecelakaan saat memasak. Salah satu jarinya terkena pisau hingga putus dan masuk ke dalam masakannya tanpa dia ketahui. Disantaplah makanan itu oleh Dewatacengkar. Dia merasakan rasa yang enak pada masakan itu. Dia bertanya daging apakah itu. Ki juru masak baru sadar bahwa dagingnya disantap Dewatacengkar dan menjawab bahwa itu adalah daging manusia. Dewatacengkar ketagihan dan berpesan supaya memasakkan hidangan daging manusia setiap hari. Dia meminta sang patih kerajaan supaya mengorbankan rakyatnya setiap hari untuk dimakan.

Oleh karena terus menerus makan daging manusia, sifat Dewatacengkar berubah 180 derajat. Dia berubah menjadi raja yang kejam lagi bengis. Daging yang disantapnya sekarang adalah daging rakyatnya. Rakyatnya pun sekarang hidup dalam ketakutan. Tak satupun rakyat berani melawannya, begitu juga sang patih kerajaan.

Saat itu juga Ajisaka dan Dora tiba di kerajaan Medhangkamulan. Mereka heran dengan keadaan yang sepi dan menyeramkan. Dari seorang rakyat, beliau mendapat cerita kalau raja Medhangkamulan gemar makan daging manusia. Ajisaka menyusun siasat. Dia menemui sang patih untuk diserahkan kepada Dewatacengkar agar dijadikan santapan. Awalnya sang patih tidak setuju dan kasihan. Tetapi Ajisaka bersikeras dan akhirnya diizinkan.

Dewatacengkar keheranan karena ada seorang pemuda tampan dan bersih ingin menyerahkan diri. Ajisaka mengatakan bahwa dia mau dijadikan santapan asalkan dia diberikan tanah seluas ikat kepalanya dan yang mengukur tanah itu harus Dewatacengkar. Sang prabu menyetujuinya. Kemudian mulailah Dewatacengkar mengukur tanah. Saat digunakan untuk mengukur, tiba-tiba ikat kepala Dewatacengkar meluas tak terhingga. Kain itu berubah menjadi keras dan tebal seperti lempengan besi dan terus meluas sehingga mendorong Dewatacengkar. Dewatacengkar terus terdorong hingga jurang pantai laut selatan. Dia terlempar ke laut dan seketika berubah menjadi seekor buaya putih. Ajisaka kemudian dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan.

Setelah penobatan, Ajisaka mengutus Dora pergi ke pulau Majethi untuk mengambil pusaka andalannya. Kemudian pergilah Dora ke pulau Majethi. Sesampai di pulau Majethi, Dora menemui Sembada untuk mengambil pusaka. Sembada teringat akan pesan Ajisaka saat meninggalkan pulau Majethi untuk tidak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka. Dora yang juga berpegang teguh pada perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka memaksa supaya pusaka itu diserahkan. Kedua abdi setia tersebut beradu mulut bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Dan akhirnya mereka berdua bertempur. Pada awalnya mereka berdua hati-hati dalam menyerang karena bertarung melawan temannya sendiri. Tetapi pada akhirnya benar-benar terjadi pertumpahan darah. Sampai pada titik akhir yaitu kedua abdi tersebut tewas dalam pertarungan karena sama-sama sakti.

Berita tewasnya Dora dan Sembada terdengar sampai Ajisaka. Dia sangat menyesal atas kesalahannya yang membuat dua punggawanya meninggal dalam pertarungan. Dia mengenang kisah kedua punggawanya lewat deret aksara. Berikut tulisan dan artinya:

Ha Na Ca Ra Ka
Ada sebuah kisah

Da Ta Sa Wa La
Terjadi sebuah pertarungan

Pa Dha Ja Ya Nya
Mereka sama-sama sakti

Ma Ga Ba Tha Nga
Dan akhirnya semua mati