Sunday, January 22, 2012

Belajar Etiket Jamuan Makan Internasional - Table Manner


Klub majalahKartini bekerjasama dengan produsen tablewares Kedaung Group menggelar acaraTable Manner. Acara yang diikuti oleh kaum wanita dan pria diadakan di lokasishowroom Keadung Jalan Cikini Raya Jakarta.

Budi Sutomo,praktisi kuliner sebagai pengisi acara menjelasakan bagaimana tata cara makanmulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup.  Selain itu,peserta juga diajarkan bagaimana cara menyusun beragam piranti makan di atas meja (table setting) dan seni melipat serbet (napkin folding). Bagi peserta yang yang beruntung, budisutomo penulis buku The Simple Art of Napkin Folding membagikan bukunya dengangratis. Selain mendapat ilmu tata cara makan yang benar, semua peserta jugamendapatkan bingkisan produk kedaung. Semoga bermanfaat ya bu...sampai ketemudi acara kartini club berikutnya. Bagi Anda yang ingin belajar tentang etiket jauman makan dan seni melipat serbet bisa dipelajari dalam buku karya Budi Sutomo berjudul The Simple Art of Napkin Folding. Buku bisa dibeli di GRAMEDIA ONLINE.

ETIKET JAMUAN MAKAN INTERNASIONAL

Apapun profesi Anda pasti pernah menghadiri acara jamuan makan, baik yangdiadakan di rumah, restaurant, cafe, maupun hotel berbintang. Ada sebagianorang masih merasa canggung atau nervous melihat perlengkapan makan yang begitubanyak dan beragam di saat jamuan.

Menghadiri jamuan makan sudah menjadi acara yang tidak terpisahkan darikehidupan sehari-hari masarakat kita dan tuntutan pergaulan global. Perlupengetahuan yang mendukung agar kita bisa dengan elegan mengikuti ritmejamuan.  Seperti pengunaan alat makan dan napkin  yangbenar serta urutan makan yang disarankan.

Di Saat Jamuan Makan

       Jamuan makan yang dilakukan di hotelmaupun restauran biasanya menggunakan buffet service (prasmanan). Aturanmainnya, tamu melakukan self service. Mulai dari hidangan pembuka (appetizer),menu utama (main course) sampai penutup (dessert), anda diwajibkan mengambilhidangan sendiri dan menyantap di atas meja makan yang sudah di set up pirantimakannya. Ada juga yang menggunakan american service. Aturan main pelayanannya,tamu duduk di sekeliling meja makan, sedangkan hidangan dikeluarkan secaraberurutan oleh waiter.


Dalam jamuan makan Internasional, meja makan sudah di set up alat-alat makannyasesuai menu yang akan di sajikan. Standarnya, didepan anda persis ada showplate, sebuah piring besar yang tidak digunakan untuk makan. Fungsi dari showplate hanya sebagai pemanis meja makan, menempatkan napkin dan sebagai alaspiring saji. Tahap pertama, setelah anda duduk, buka napkin dan letakan dipangkuan Anda. Jika ukuran napkin terlalu lebar, bukalah separunya saja.Gunakan alat makan, baik itu garpu, pisau, dan sendok selalu mulai dari arahpaling luar atau paling jauh dari piring. Ambil berpasangan kiri dan kanan,kecuali pisau, garpu atau sendok dessert yang letaknya di atas piring maincourse.

Hidangan Pembuka (Appetizer)
       Sebelum hidangan pembukadisajikan, pada B&B Plate ( bread & butter plate/piring roti danmentega) sudah disajikan roti dan mentega, biasanya dinner roll, soft roll ataubrioche. Roti ini disantap dengan mentega sambil menunggu hidangan pembuka tiba(salad/soup). Jangan menyantapnya dengan pisau dan garpu. Makan denganmenggunakan tangan, sobek roti dengan ukuran sekali suap dan olesi denganbutter (jika tersedia).

Pada jamuan makan lengkap, biasanya appetizer terdiri dari dua jenishidangan. Giliran pertama cold appetizer atau hidangan pembuka dingin. Ragammakanannya berupa aneka salad, shrim coktail atau cold canape (sandwich kecilyang disajikan dingin). Cara makannya dengan menggunakan pisau ditangan kanandan garpu ditangan kiri. Perhatikan bentuknya, pisau dan garpu untuk saladukurannya lebih kecil dibandingkan cutelery untuk untuk hidangan utama.

Giliran kedua hot appetizer (pembuka panas), makanan yang disajikanbiasanya aneka jenis soup. Alat hidang yang digunakan adalah mangkuk kecildengan dua telinga dan sendok soup. Bentuk sendok sup, bertangkai pendek danberujung bulat. Cara makannya, hirup soup dari tepi sendok bukan disuap dariujung sendok, jika hampir habis, miringkan cup soup sehingga anda mudahmengambilnya. Jangan sekali-kali meniup soup yang disajikan panas. Adukperlahan dan tunggu beberapa saat sampai panas agak berkurang. Anda diperkenankanmenghirup soup dari mangkok soup, dengan catatan soup disajikan dengan mangkukbertelinga (sebaiknya jangan dilakukan). Setelah selesai, letakan sendok soupdi atas saucer (alas cup soup) agar waiter lebih mudah melakukan clear up.

Hidangan Utama (main course)
       Hidangan utama biasanya berupahidangan dari daging, unggas, sea food maupun telur, baik dilengkapi sausmaupun tidak. Ada kalanya main course disajikan bersama olahan sayuran dankentang sebagai pendamping menu utama. Cara makan main course bisa dilakukandengan dua cara.

Pertama a la Amerika, makanan dipotong-potong dulu kemudian letakan pisaudi sisi kanan piring, kemudian garpu dipindahkan ke tangan kanan untuk menyuapmakanan. Gaya Eropa lain lagi, pisau selalu di tangan kanan untuk memotong danmenikmati hidangan dengan garpu menggunakan tangan kiri. Peganglah pisau dangarpu seluwes mungkin, usahakan posisi jari telunjuk tepat di atas punggunggarpu atau pisau, ini memudahkan anda saat memotong makanan dan kelihatan tidakkaku. Anda boleh menggunakan satu diantaranya yang lebih mudah bagi anda.

Hidangan utama biasanya disajikan dengan minuman penyerta. Makanan daridaging disertai dengan red wine sedangkan sea food disertai white wine. Jikaanda tidak mengkonsumsi wine, tolak dengan halus dan katakan minuman penggantiyang anda inginkan.

Hidangan Penutup (dessert)

       Hidangan penutup banyak sekaliragamnya, ada kalanya disajikan aneka cake, ice cream, pudding, potonganbuah-buahan, shorbet atau punch. Alat hidang yang digunakan berupa sendok,garpu dan pisau kecil yang diletakan pada bagian atas piring main course. Jikadessert berupa minuman yang disajikan dengan gelas disertai hiasan di atasnya,santap hiasan terlebih dahulu atau sisihkan sehingga memudahkan anda di saatmenikmatinya.


Digestif Drink

       Sering juga disebut dengan afterdinner drink, minuman ini dinikmati setelah acara jamuan makan selesai. Fungsidari sajian digestif drink adalah untuk membantu mencerna makanan. Seringdisajikan aneka minuman yang mengandung alkohol seperti, Cohnac, Brandy,Calvados atau Whiskey. Untuk para wanita umumnya lebih menyukai Apricot Brandy,Orange Liqueur atau Benedictine.


Jika anda bukan penikmat wine, mintalah dengan sopan kepada pelayan untukdiganti dengan juice, soft drink, kopi maupun teh. Untuk minuman yang disajikandengan sendok pengaduk, jangan sampai saat mengaduk sendok membentur dasarmaupun dinding cangkir sehingga mengeluarkan bunyi. Sedangkan minuman yangdisajikan dengan gelas berkaki, pegang dengan posisi jari kelingking, jarimanis dan tengah berada dikaki gelas, sedangkan ibu jari dan jari telunjukmenahan keseimbangan pada badan gelas. Adakalanya waiter menawarkan tambahanminuman, cara menolaknya cukup anda menyentuh bibir gelas dengan jari telunjukdan katakan terima kasih. Jaga jangan sampai ada noda lipstick di bibir gelasatau ujung sedotan.

Tabu Dilakukan Selama Jamuan Makan

1. Selama jamuan makan berlangsung, jangan dudukmembungkuk atau bersandar malas. Duduklah dengan tegak dengan jarak badandengan tepi meja selebar lima jari. Hindari mengembangkan kedua belah siku danmeletakannya di atas meja makan.

2. Jikajamuan dilakukan di rumah dan anda duduk satu meja dengan host (tuan rumah),jangan buka napkin sebelum tuan rumah melakukannya. Serbet makan hanyadigunakan untuk menyeka jari tangan dan bibir. Jangan sekali-kali menyekakeringat, hidung atau membersihkan peralatan makan dengan napkin.
3· Janganmenyuap makanan dengan porsi yang besar, apalagi mengunyah dengan berkecap.Kunyah makanan dengan posisi mulut tertutup dan tanpa kecap. Berbicara ketikamulut masih penuh makanan juga harus dihindari.
4· Minumdilakukan pada saat mulut tidak terisi makanan. Teguklah perlahan tanpamengeluarkan bunyi.
5· Janganberbicara atau mengambil hidangan tanpa meletakan peralatan makan terlebih dahulu.
6· Jika andamelakukan kesalahan, seperti menumpahkan minuman atau menjatuhkan alat makan.Jangan panik, segera minta maaf dengan tamu yang diduk disekeliling kita danpanggil waiter untuk membersihkannya.
7· Apabilaada hidangan yang disajikan dengan sumpit, makan dengan posisi kepala agakmenunduk agar tidak berjatuhan. Jangan menusuk makanan dengan sumpit ataumengembalikan makanan yang telah di ambil.
8· Janganmengambil makanan yang berlebihan sehingga piring anda terlihat seperti gunung.Ambil seperlunya dan tambah lagi jika anda menginginkannya.
9· Usahakanjangan meninggalkan meja selama jamuan berlangsung. Jika anda terpaksa harusmeninggalkan ruangan dan akan kembali lagi, mintalah ijin dan letakan napkin disandaran atau di dudukan kursi sebagai tanda anda akan kembali lagi.
10· Merokoksebaiknya dilakukan bila semua tamu telah selesai menyantap hidangan penutup.Biasanya dilakukan saat digestif drink pada akhir jamuan.
11· Sebisamungkin jangan menggunakan tusuk gigi di meja makan, lakukan di toilet. Jikaterpaksa dilakukan, tutup mulut anda dengan napkin atau telapak makan sebelahkiri.

12· Di akhirjamuan, sampaikan sedikit pujian kepada tuan rumah atau pihak penyelenggara,seperti makananya lezat atau suasana pestanya meriah. Ucapkan terima kasihdengan memberi senyuman dan berpamitlah.




Table Setting

Penataan meja makan di hotel dan restoran memiliki setandar internasional.Baik jenis alat makan maupun napkin. Ukuran napkin setandar jamuan resmi yangdisarankan untuk hotel dan restoran adalah 45 x 45 cm sampai dengan 50 x 50 cm.Adapun peletakan napkin biasanya diletakan di atas dinner plate atau piringmakan. Adakalanya, napkin diletakkan disebelah kiri piring makan. Berikut tablesetting atau peletakan alat makan standar internasional.

Keterangan Gambar:
  1. Place mate
  2. Garpu salad
  3. Dinner fork
  4. Show plate
  5. Dinner plate
  6. Napkin
  7. Cup soup
  8. Dinner spoon
  9. Pisau salad
  10. Soup spoon
  11. Dessert spoon
  12. Tea spoon
  13. Water goblet
  14. wine glass
  15.  Sugar and tea bowl
  16.  Sallt & pepper shaker
  17.  Jam & Marmalade bowl
  18.  Butter spreader
  19. B&B plate (bread & butter plate)
  20.  Tea & coffee cup


Etiket Penggunaan Napkin

Di dalam table setting, yang dimaksud napkin adalah serbet makan. Dalamjamuan makan, napkin memiliki fungsi dan kegunaan sebagai berikut;
  1. Menghias dan memperindah dekorasi meja makan.
  2. Menutupi pangkuan waktu makan, agar makanan dan minuman yang terjatuh tidak mengotori pakaian.
  3. Untuk membersihkan atau menyeka mulut. Ketika ada makanan atau noda yang menempel di bibir. Cara menggunakannya, tarik serbet dari pangkuan, kemudian lipat segi empat atau segi tiga. Tekan-tekan ke bibir yang terkena noda makanan. Kembalikan napkin ke pangkuan. Tidak disarankan menggosok atau menyeka bibir terlalu kuat, cukup ditekan-tekan saja.
  4. Memberikan kode atau isyarat kepada pelayan. Jika anda akan meninggalkan meja makan sebentar, misalnya ke toilet atau ada keperluan lain dan akan kembali ke meja makan. Lipat napkin segi empat dan letakan napkin di atas sandaran atau pegangan kursi. Jika kursi tidak memiliki sandaran atau pegangan, letakkan napkin di atas tempat duduk. Ini sebagai tanda kepada pelayan agar alat makan dan hidangan di atas meja makan anda tidak dibersihkan karena anda akan kembali lagi.
  5. Ketika selesai  makan, lipat napkin segi empat dan letakan di sebelah kanan atau kiri piring makan anda. Jangan membiarkan serbet ditinggalkan begitu saja tanpa dilipat, ini menandakana anda kurang memahami etiket jamuan makan.
  6. Jangan menggunakan napkin untuk mengelap ingus/kotoran hidung. Mengalungkan napkin di leher dan menutupi dada dianggap kurang etis di dalam jamuan makan.
  7. Napkin juga berfungsi sebagai menutupi mulut saat anda mengeluarkan tulang, biji atau mengambil kotoran yang terselip digigi. * Budi Sutomo





No comments:

Post a Comment