Tuesday, February 2, 2010

Gepuk Santan

Gepuk SantanBahan :- 1/2 kg daging sapi, iris 3x5x1 cm -- 750 cc santan dari 1 butir kelapa -- 50 gram gula merah -- Minyak secukupnya untuk menggoreng -Bumbu halus :- 2 siung bawang putih -- 5 butir bawang merah -- 1 sdt ketumbar -- Garam, merica secukupnya -Cara membuat :1. Semua bahan dan bumbu kecuali minyak goreng disatukan. Masak sampai daging setengah empuk.2. Angkat daging. Pukul-pukul

Vanilla Bubble Tea

Vanilla Bubble TeaBahan :- 250 ml es krim vanilla -- 50 ml sirp moka -- 500 ml susu dingin -- Krim kocok secukupnya -- 1 sdt coklata bubuk -Bubble Tea :-1 kantong teh celup -- 300 ml air -- 1 bungkus jeli bubuk warna putih -- 2 sdm gula pasir -Cara membuat :1. Bubble tea. Campur air, jeli bubuk dan gula pasir. Aduk rata. Rebus hingga mendidih. Celupkan teh celup sambil diaduk hingga jeli pekat

Resep Masakan Pilitode

Cara Memasak Masakan PilitodeBahan :1 ekor ikan tongkol (dibersihkan, dipotong besar-besar)3 buah pisang setengah masak (dipotong kupas dan dipotong miring tebal 21/2 cm )3 sendok makan minyak goreng1 batang serai2 helai daun pandan3 cangkir santan kentalBumbu yang dihaluskan :10 biji cabai rawit5 biji bawang merah1 ruas jari jahe2 ruas jari lengkuas1/2 sendok teh lada putih2 ruas jari kunyit1

Resep Masakan Tahu Telur

Cara Memasak Tahu telur Bahan :8 buah tahu ukuran 5x5 cm (tahu putih)4 butir telur ayam1/2 sendok teh garam100 gr kacang tanah5 buah cabai rawit5 buah cabai merah2 sendok makan petis udang2 sendok makan kecap manis2 batang seledri100 cc air masakGaram dan lada secukupnyaCara membuat :Tahu putih dipotong persegi kecil (11/2 cm), kemudian goreng dengan minyak sampai setengah matang, angkat dan

Monday, February 1, 2010

Menu Favorit Keluarga Praktis, Lezat dan Sehat


Bagi para ibu bekerja, menyiapkan menu keluarga diperlukan kiat khusus untuk mensiasati keterbatasan waktu. Diperlukan menu yang praktis dan tentu disukai keluarga agar makanan yang disajikan disukai seluruh anggota keluarga.

Buku ini bisa menjadi panduan para ibu dalam menyusun menu keluarga yang praktis, sehat dan lezat. Di dalamnya memuat aneka resep olahan ayam, daging, telur, seafood, ikan, sayuran dan olahan pelengkap seperti tahu dan tempe.

Susunan resep dibuat dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami, pemilihan bahannya sederhana dan tentu saja proses pembuatan yang praktis, cocok untuk ibu pekerja. Setiap resep disertai tip anti gaglal dan telah lolos dapur uji sehingga terjamin keakuratannya.

Bentuk buku dibuat khusus dengan jilid kawat roll sehingga dapat digantung pada dinding dapur. Kertas dibuat tebal dan khusus agar tidak mudah rusak terkena minyak atau air.

Judul: Menu Keluarga Favorit & Lezat
Penyusun: Budi Sutomo
Harga: Rp. 35.000
Informasi & Pemesanan: 021-8712219 / 021- 8729059/021 4204402
E-Mail: swara@cbn.net.id

WAYANG KULIT

http://img.alibaba.com/photo/104696805/wayang_kulit.jpg http://www.gamelannetwork.co.uk/assets/pics/wayang-kulit.jpg http://img.alibaba.com/photo/104696805/wayang_kulit.jpg


Berikut ini adalah penjelasan Gunungan oleh Drs. R. Soetarno AK, Ensiklopedia Wayang, Dahara Prize, Cetakan Keempat, 1994.

gunungan-3Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai. Itu melambangkan pintu gerbang istana , dan pada waktu dimainkan gunungan dipergunakan sebagai istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga.

Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.

Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.

Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.

Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata. Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari Dalang. Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah tamat.

Gunungan ada dua macam, yaitu Gunungan Gapuran dan Gunungan Blumbangan. Gunungan Blumbangan digubah oleh Sunan Kalijaga dalam zaman Kerajaan Demak. Kemudia pada zaman Kartasura digubah lagi dengan adanya Gunungan Gapuran. Gunungan dalam istilah pewayangan disebut Kayon. Kayon berasal dari kata Kayun. Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan. Semua itu mengandung makna bahwa lakon dalam wayang berisikan pelajaran yang tinggi nilainya. Hal ini berarti bahwa pertunjukan wayang juga berisi pertunjukan wayang juga berisi ajaran filsafat yang tinggi.






Nama - Nama dewa - dewi dalam pagelaran wayang kulit.
  1. Sang Hyang Adhama
  2. Sang Hyang Sita
  3. Sang Hyang Nurcahya
  4. Sang Hyang Nurrasa
  5. Sang Hyang Wenang
  6. Sang Hyang Tunggal
  7. Sang Hyang Rancasan
  8. Sang Hyang Ismaya
  9. Sang Hyang Manikmaya
  10. Batara Bayu
  11. Batara Brahma
  12. Batara Chandra
  13. Batara Guru
  14. Batara Indra
  15. Batara Kala
  16. Batara Kresna
  17. Batara Kamajaya
  18. Batara Narada
  19. Batara Surya
  20. Batara Wisnu
  21. Batara Yamadipati
  22. Betari Durga
  23. Batara Kuwera
  24. Batara Cingkarabala
  25. Batara Balaupata
  26. Hyang Patuk
  27. Hyamh Temboro

Jajan Pasar Thailand

Jajan Pasar Thailand Bahan :- 500 gram tepung beras -- 200 gram tepung sagu -- 600 gram gula pasir -- 1.800 cc santan dari 1 butir kelapa -- 200 gram keju parut -- Pewarna hijua, merah, kuning secukupnya -Cara membuat :1. Tepung beras, sagu, gula pasir. Aduk jadi satu. Beri santan sedikit sedikit hingga rata. Saring.2. Adonan dibagi tiga. Masing-masing bari pewarna merah, hijau, kuning.3. Kukus